Tiyuh Bangun Jaya

Kec. Gunung Agung
Kab. Tulang Bawang Barat - Lampung

Info
Tiyuh Bangun Jaya selau update data untuk menjadi yang terdepan menuju Tiyuh Digital Sudah Tersedia Layanan Pembuatan Surat secara mandiri di Layanan Mandiri

Artikel

Dengan Inovasi Smart Village, Pemkab Tubaba Percepat Penurunan Stunting

MUHAMMAD NAIM

20 Juli 2022

203 Kali dibuka

 
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat terus melakukan berbagai inovasi untuk upaya percepatan penurunan stunting. Melalui program desa cerdas (smart village) dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, Pemkab Tulang Bawang Barat optimistis target prevalensi stunting 14% pada 2024 bakal dicapai. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat Zaidirina dalam audiensi dengan jajaran pimpinan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Sekretariat Stunting di Jakarta, Senin (18/07/2022).
 
“Kami berupaya sekuat tenaga dan berkomitmen kuat untuk percepatan penurunan stunting dan mencapai target 14 persen pada tahun 2024,” kata Zaidirina dalam audiensi yang dihadiri Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN Wahidah, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Viktor Palembong, Sub Koordinator Biro Perencanaan BKKBN Eko, serta Staf Ahli Sekretariat Stunting dr. Lucy Widasari.
 
Menurut Zaidirina, upaya penurunan stunting yang saat ini dilakukan adalah dengan mengembangkan program smart village dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan menyusui serta balita.
“Jadi orang-orang yang datanya ada di smart village yang perlu dibantu misal, potensi stunting, miskin, datanya ada di smart village. Kemudian kita punya kartu untuk nanti bisa ambil telur dan sebagainya tinggal tab nanti masuk datanya ke smart village,” kata Zaidirina.
Berdasarkan data di smart village, saat ini ada sebanyak 21.786 balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari jumlah itu yang stunting sebanyak 1.185 balita.
Zaidirina mengatakan, ada 93 desa di wilayah Kabupaten Tubaba dan semuanya telah terintegrasi dengan smart village.
 
Selanjutnya dengan menggunakan angaran dana desa, Pemkab Tulang Bawang Barat juga sudah memberikan PMT kepada keluarga berisiko stunting dan balita stunting. Paket PMT itu berupa susu, telur puyuh, dan sayuran.
“Kami punya slogan nenemo yakni nemen, nedes, dan nerimo,” kata Zaidirina. Slogan yang merupakan kearifan lokal tersebut diterjemahkan sebagai nemen (bekerja keras), nedes (tahan uji), dan nerimo (menerima).
Dalam audiensi tersebut, Zaidirina beserta jajarannya yakni Kepala Dinas Kesehatan Majril, Kepala Dinas PPKB Nurmansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Sofian Nur, dan Direktur RSUD Tulang Bawang Barat Pramono Satrio Wibowo, serta ketua tim smart village Davit Kurniawan.
Menambahkan paparan dari Pj. Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Majril mengatakan pihaknya juga telah melakukan 10 intervensi spesifik untuk penanangan stunting, yakni pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita setiap bulan di Posyandu, pemberian makanan tambahan ibu hamil dan bayi balita kurang gizi, pemberian tablet tambahan darah bagi remaja, wanita usia subur, dan ibu hamil, serta memberikan bantuan vitamin A pada ibu nifas, bayi, dan balita.
Selain itu Pemkab Tubaba juga mendorong peningkatan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
“Ada juga promosi konseling pemberian makanan bayi dan anak, tata laksana gizi buruk, pemeriksaan kehamilan dan imunisasi, manajemen terpadu balita sakit, lalu pemberian obat cacing pada balita setiap enam bulan sekali,” kata Majril.
Terkait dengan program smart village, David Kurniawan mengatakan program ini dijalankan dengan menggunakan platform Open SID. Menurut Davit, data-data yang dimiliki smart village lengkap mulai dari balita stunting, status-status dalam rumah tangga.
Menanggapi paparan dan penjelasan dari Pemkab Tulang Bawang Barat, Direktur Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga BKKBN Wahidah menyatakan apresiasinya.
“Sangat jelas apa yang akan dilakukan dan apa solusi untuk upaya percepatan penurunan stunting. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” kata Wahidah.
Apresiasi juga disampaikan staf ahli sekretariat stunting dr. Lucy Widasari. Menurut Lucy, smart village yang digunakan Pemkab Tulang Bawang Barat merupakan lini untuk upaya percepatan penurunan stunting yang beririsan dengan kemiskinan.
Apalagi data yang disajikan dalam smart village adalah data nyata terkini atau real time. “Ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Bahwa ini sudah mencakup audit stunting, rembuk stunting, pendampingan keluarga. Tinggal memasukkan Elsimil dan juga menambah kelompok sasaran, termasuk calon pengantin,” kata dr. Lucy.
Data Smart Village di Kabupaten Tulang Bawang Barat terintegrasidengan data seluruh Desa di Provinsi Lampung yang saat ini jumlahnya mencapai 16 ribu desa.
 
sumber : fb kominfotubaba
https://bangunjaya.id

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

CAPTCHA Image

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepalo Tiyuh

NURHADI

JURU TULIS

ERWIN ARIS BACHTIAR

KAUR KEUANGAN

SUPRIYADI

KAUR PERENCANAAN

ANJAR DWIYANTO

KAUR UMUM-TU

HENDRA SUNGKAWA

KASI PEMERINTAHAN

MULYADI

KASI PELAYANAN

MUHAMMAD NAIM

KASI KESEJAHTERAAN

DIDIK SUWITO

Kepala Suku 1

MAD SUJA'I

Kepala Suku 2

SURATIN

Kepala Suku 3

SUGENG WIDODO

Kepala Suku 4

DALIMAN

STAF TIYUH

RISKA NOVIYANTI

STAF TIYUH

BELLA ESTIKA PRATIWI

Ketua RT

TRI WAHONO

Ketua RT

DWI YANTO

Ketua RT

EDI PURWANTO

Ketua RT

TUKIMAN

Ketua RT

MISPAN

Ketua RT

MUHAMMAD ROJI

Ketua RT

ADIAN

Ketua RT

SUKASBI

Ketua RT

ANGGI HERU SUSANTO

Ketua RT

AGUS YULIANTO

Ketua RT

TUKIRAN

Ketua RT

ATNO

Ketua RT

TARSIMAN

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Tiyuh Bangun Jaya

Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung

Lokasi Kantor Tiyuh

Latitude:-4.242542831534308
Longitude:105.08894115686418

Tiyuh Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat - Lampung

Buka Peta

Wilayah Tiyuh